Ini sebenarnya sambungan dari postingan sebelumnya. If you know, you know! Hehehe.
About two weeks ago, a friend of mine sent me a screenshot of her info from one of gov's sites. It said that her data has been valid and probably will get extra fund from gov in the next a couple of week, inshaallah, I hope so. I am happy for her. I know how she has been struggling for years and the money means a lot. No wonder she is waiting for it eagerly. Everybody does!!!
So off I went to check mine in the same site but no information available at that time.
A week after, I check again, it said that my data has NOT been valid yet - till now while I am writing this.
I asked permission from two colleagues to check their status. Ahamdulillah theirs are valid.
So I compared my data with a colleague. I found out that my working hour is written only 2 hours per week. I was confused that time. Why oh kenapa???
My friend helped me gathering some info about the problem. Jadi ya... didapatkan masalahnya adalah, jam kerja linier eike yang 24 jam per pekan HILANG atau dihilangkan jadi eyke tidak terbaca valid karena tidak memenuhi syarat.
Eyke gak mau suudzon ya, pikiran itu eyke coba kubur dalam-dalam setengah mati. It was so hard and I kinda failed, TBH.
Karena gini loh.
Hanya ada 4 penerima extra fund from the gov in my working place. Dua orang sudah valid. Satu orang lagi eyke belum tahu karena out of nowhere, data beliau gak bisa dibuka karena password salah. Eng ing eng. So many red flags ya.
Trying to be positively thinking ya... mungkin operator lupa atau gak pakai kacamata saat memasukkan data eyke jadi data penting itu hilang. A bit implausible, TBH, tapi karena Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengajarkan untuk memberikan uzur kepada saudara kita sampai 70 kali, stillllllllllllll it's so DUCKING HARD!!!
Satu kawan voluntarily called one of her friends who knows precisely about this matter. I am so grateful of her willingness to help, may Allah subhanahu wa ta'ala bless her and all nice people, always. Intinya, itu data bermuara di operator yang sudah diberi amanah sekali lagi AMANAH untuk bekerja sesuai yang diharapkan dengan kompensasi yang sudah ditetapkan.
Akhirnya, berbekal dari info tersebut, eyke WA-lah di grup, dengan kalimat kurang lebih, "Pak, data saya belum valid. Saya sudah bandingkan data saya dengan Ibu A, ternyata data mengajar linier saya hilang. Bisa tolong diperbaiki?" Kejadian itu pada Jumat.
Beliau merespon dalam hitungan menit: Siap.
Ayke jawab dong: Terima kasih Pak. Jazzakallah khair.
Saat malam hari, eyke cerita-cerita sama mama mengenai data eyke yang belum valid dan sumber masalahnya yaitu data yang hilang.
Mama heran, kok bisa hilang (FYI, my mom is retired teacher and got the same extra fund from gov as well so she knew excatly what I was talking about). My mom trying to surpress her anger and dissapoinmtent. Tapi don't get me wrong ya. Marah dan kecewanya mama bukan karena uang yang mungkin terhambat atau belum jadi rezeki kita. Mom got emotional coz she knew the person who does holding the authority to change the data. Mom knew him quite well and in my mom's eyes, he was nice person and I don't think mom wanna change her POV about him. But sadly, this time I experienced the opposite with the same person).
Diantara kecewanya terhadap tindakan orang itu, mama berpesan, "kalau dilaporkan ke atas, nama baik (mama menyebutkan nama orang itu dengan sebutan penghormatan "Pak") akan rusak. Doain yang baik-baik aja untuk Bapak itu."
I was speechless but smiling. Mom didn't mention anything about the money karena mama percaya kalau rezeki gak akan tertukar atau hilang kalau memang sudah ditakdirkan. Eyke yakin bapak eyke juga dengar percakapan antara mom n eyke tapi chose not to say a word. Thank u mama n bapak for being such great role models.
Hari Ahad, pukul 06.25, eyke dapat WA dari beliau yang diamanatkan untuk memegang data, mengabarkan bahwa data eyke sudah diperbaiki. I didn't feel like saying anything but thank you, jazzakallah khair. It was too early in the morning. Plus, my soul was still scattred and could't think of anything since I went to bed late last night so my sleepy eyes overpowered me.
Tapi karena sudah terlanjur bangun, ya hard to go back to sleep. So I forwarded his text to a friend from my previous work place. Jut letting her know that there is progress of the problem that I told her about yesterday.
She called me right away. Something that my friend rarely does. So I picked up the phone.
She was grateful of the information tapi tetap juga questioned the situation. KOK BISAAAA HILANG GITU LOKH!!! Eyke bilang, "gak tahu."
Beliau lalu mengatakan, "coba diadukan kepada bosse supaya dicari solusi."
Eyke jawab, "Mama bilang, jangan diadukan karena nama dia bisa rusak dan mama bilang, doain yang baik-baik aja."
Beliau, yang juga kawan mama bilang, "Sebenarnya kemarin saya rapat bareng dia tapi saya pulang duluan karena sudah malam. Saya mau tanya tentang ini ke dia."
Eyke bilang, "ehhhhh jangan..... biarin aja. Semoga dia selalu sehat."
Beliau menjawab serius, "Oh ya udah. Kalau belum diubah juga, nanti saya ngomong. Saya turun gunung kalau perlu."
I giggled, "Okay Mbah," I joked and we said goodbye.
Ya Allah.... terima kasih atas karunia yang diberikan berupa orang-orang baik yang Engkau kirimkan disekeliling hamba-MU. Ya... ada yang ngaco-ngaco dikit sebagai cobaan tapi that's life. Bisa jadi eyke termasuk ngaco and jadi cobaan bagi yang lain. Yekan???
Jujur ya, sebenarnya hari Jumat ketika eyke minta tolong supaya data eyke diperbaiki, eyke mau tanya sekalian, "kenapa hanya data saya yang hilang? Apakah unsur kesengajaan atau ketidaksengajaan? Kalau unsur kesengajaan, apa alasannya? Apakah saya pernah zalim kepada Bapak? Apakah saya pernah merampas hak bapak?"
Seingat eyke, eyke gak pernah ya. Selama nyaris dua tahun di sana, seingat eyke, satu-satunya barang yang pernah eyke pinjem adalah laptopnya karena waktu itu entah kenapa laptop eyke gak bisa dipakai untuk e-rapot. Dan laptop itu langsung dikembalikan. Selain itu nggak ada.
Eyke gak pernah rusakkin barangnya. Gak pernah pinjem motornya. Gak pernah pinjem uangnya lalu pura-pura insomnia. Gak pernah minta uangnya. Gak pernah minta dibayarin untuk hal apapun. Gak pernah minta makanannya. Gak pernah berkata kasar kepadanya atau bentak. Ape dong?
Hari Senin ketika ketemu, I tried to be cool when I met him despite the dissapoinment that lingers in my heart. He threw a smile and said hi which I replied. No explanation of what happened with the missing data. NADA. Acting as if nothing happened after all of this. The audacity :).
Well, in the end of the day, my ego burning like hell but trying to put out the fire in my heart as good as I can.
Ya Allah, please forgive and my sins, my parents', families', friends' and all of muslims' around the world.
Satu lagi, semoga extra fund itu masih jadi rezeki kami, especially my parents :)
Aamiin...
Bye.



