twitter
rss




Masih lanjut dari list para siswa yang sudah dilakukan test.

R, C, G, N ini awalnya sekelas.

N harus mengulang.

R, C, dan G sekarang sudah di tingkat 5 namun R memutuskan untuk break. Entah dimana dia sekarang, I hope he is okay.

Tahun setelahnya saya diberi tanggung jawab mengandle siswa kelas 1.
Pengalaman baru, well I was excited but didn't know what to expect.

Siswa kelas 1 yang jelas sekali terdeteksi spesial adalah seorang anak kecil yang ganteng berinisial As.
Sejak awal saya melakukan pendekatan pada orang tuanya. Awalnya ditolak dengan beberapa alasan yang bisa dimengerti. But finally we made it.

Hasil dari test tersebut ya.... lower than borderline. We're not suprised karena dari verbal dan performance memang terlihat jelas. Ketika saya tanyakan kepada psikolognya apakah As membutuhkan sekolah khusus, beliau menjawab bahwa untuk sementara belum. Dilihat lagi dua tahun mendatang, membiasakan A untuk berinteraksi dengan kawan-kawannya dulu. 

Selanjutnya adalah Ab.
Ab secara fisik sebenarnya sudah terlihat.
Dari segi usia, Ab setahun lebih tua dari kawan-kawannya namun dari verbal, terlihat ada kendala. Ketika diajak bicara, pronunciation nya kurang jelas dan seperti slurred serta hanya menjawab pendek dan kadang tidak connected dengan yang ditanyakan.

Awalanya saya pikir Ab belum perlu untuk dilakukan test, karena saya hanya menduga dari performance nya dan masih ada keraguan melihat kemampuan akademisnya tidak buruk. 

Entah bagaimana awalnya, tapi sang Ibu dan ayahnya ternyata menyadari bahwa anaknya spesial dan itu mempermudah saya untuk menyarankan untuk dilakukan test. Sedikit bingung juga nanti kalau ditanya alasan membawa Ab untuk test, karena selama ini siswa yang dibawa penyebabnya adalah masalah akademik dan masalah prilaku (kadang). 

Namun pada Ab tidak ditemukan dua hal tersebut. Kalau cara bicara atau pronunciation, kok seperti kurang kuat alasannya. Belakangan diketahui dari cerita ayahnya bahwa Ab ada di TK selama dua tahun. Itu bisa menjelaskan kenapa kemampuan calistungnya tidak buruk.

Orang tua dari Ab menerima dengan baik hasilnya dan Alhamdulillah mereka sangat kooperatif.

Tahun ajaran selanjutnya saya diberi tanggung jawab untuk mengajar PLBJ kelas 4 - 6.
Sedikit lebih ringan dan tidak terlalu dibebani dengan kompleksitas bila menghandle kelas karena kontak dengan siswa sangat terbatas jadi penilaian seringnya hanya terbatas di akademik, di surface.

R, C, G, N, As, Ab. 

Masih ada 5 siswa yang belum saya ceritakan. 
Dari 5 tersebut, baru 2 siswa yang didapatkan hasilnya, yaitu M (sudah saya ceritakan pada page sebelumnya), dan Nk (menyusul, insha Allah).
 
Pertengahan tahun ajaran, tepatnya 14 Oktober 2019 saya diminta menggantikan former teacher kelas 3. Kelima anak tersebut saya 'curigai' mempunyai kepandaian dan menonjol pada bidang lain, namun bukan akademik.

It's okay, kiddos. We will work together to provide you with weapons and shields to face the obstacles that waiting for you from now on.

Keep your head up, Kiddos!

Everything's gonna be okay!!!

Ganbatte kudasai!!! 


(Be continued)

0 comments:

Post a Comment