twitter
rss



Masih bahasan tentang para siswa/i yang ada dalam list.

Kali ini khusus membahas tentang Nk.

Nk merupakan anak bungsu dari 3 bersaudara. Kakak sulungnya kelas 6, kakak keduanya kelas 5. Nk sendiri kelas 3 sekarang. Secara fisik Nk terlihat lemah (klemer-klemer, komen seorang ibu, walaupun saya tidak setuju). Nk mempunyai senyum yang sangat manis. Suaranya kecil namun lembut. Awal mengajarnya, Nk tidak pernah memulai pembicaraan dan selalu menjawab dengan pendek. Setelah beberapa bulan, Nk masih menjawab pertanyaan dengan kalimat-kalimat yang pendek namun sudah mulai mau berinisiatif bercerita, terutama tentang M dan Ns, 2 kawan baiknya.

Pertama kali mengetes kemampuan membaca Nk, ia hanya mampu menyebutkan huruf. Entah dimana masalahnya yang membuat kemampuannya jauh tertinggal dari kawan-kawannya yang kelas 3. Tapi motivasi belajarnya besar. Setelah sekitar 3 bulan, Nk sudah mampu membaca, walaupun masih terbata tapi saya tetap salut. 2 hari lalu saya memancing M dan Nk untuk lomba membaca teks yang terdiri sekitar 250 kata. Nk memenangkan pertandingan dengan waktu 9 menitan. Sementara M dalam waktu 12 menit. Sebagai motivasi, saya menjanjikan yang tercepat mendapat 2.000, yang kedua mendapat 1.000 (hari itu jadwal khusus untuk mereka les, jadi hanya mereka yang ikut).

9 menit atau sekitar 3 detik perkata bagi orang biasa memang terlihat slow, tapi untuk mereka merupakan sebuah lompatan yang besar.

Saat di Klinik Terpadu, psikolog dari Nk menanyakan Mama Nk kelebihan yang dimiliki Nk. Sang ibu terlihat berpikir keras sebelum berujar, "Apa ya?" Saya hanya tertawa melihat kebingungannya.

Psikolognya bertanya kepada saya hal yang sama. Saya katakan, "Nk mempunyai senyum yang manis dan tidak pernah bermasalah di sekolah."

Sang ibu setuju.

Setelah itu psikolog menanyakan concern saya dan ibu dari Nk. Saya katakan apa adanya bahwa kemampuan calistung Nk jauh tertinggal dari kebanyakan kawan-kawan sekelasnya namun NK terlihat semangat belajar dan selalu terlihat riang.

Setelah sekitar 30 menit sharing kondisi Nk, giliran Nk yang masuk ke ruang pemeriksaan. Saya dan mama dari Nk menunggu di lobby. Sekitar 90 menit kemudian Nk keluar dan kami kembali masuk untuk dijelaskan secara garis besar hasil testnya. Saya tidak ingat apa yang dijelaskan, to be honest.

2 pekan kemudian kami, Ibu dari Nk dan saya, kembali datang ke tempat yang sama untuk mengambil hasil test dan mendapat penjelasan dari pemeriksaan tersebut.

Hal yang menarik adalah ...
Psikolog menunjukkan 2 hasil gambar dari Nk.
1 lembar isinya adalah gambar sebuah pohon yang memenuhi nyaris setengah dari kertas HVS ukuran F4. Pohonnya terlihat sederhana.

Gambar kedua yang ditunjukkan adalah gambar orang yang besarnya kurang lebih 1 cm yang terletak pada pojok bawah keras HVS F4.

Psikolog menjelaskan bahwa pohon yang besar menggambarkan bagaimana Nk melihat dunia sekelilingnya yang sangat besar. Sedangkan gambar yang kedua, menggambarkan konsep dirinya yang sangat kecil. Dalam bawah sadar, Nk sangat sangat tidak percaya diri. Nk sadar kemampuannya tertinggal dari kawan-kawannya. Jujur, Saya sedih mendengarnya.

Saat itu saya berpikir dan berharap semoga saya menjadi seseorang yang sabar dan tidak terburu-buru dalam memberi penilaian. Tidak mengeluarkan kata-kata buruk yang membuat para siswa rendah diri. Mampu menjaga lisan dan sikap dari tingah laku yang membuat motivasi mereka turun.

Keeping repeating in my mind bahwa mereka tidak punya pilihan selain menjadi yang sudah ditakdirkan. Kalau mereka bisa memilih, mereka pasti akan memilih menjadi excellent students.

Keeping repeating in my mind bahwa ini adalah salah satu berkah yang sangat besar, dimana dihadapkan oleh mereka, para pupils, yang spesial. Bukan hanya karena mereka spesial, tapi lebih dari itu, mereka 'special.'

Ganbatte kudasai!!!





 


0 comments:

Post a Comment