twitter
rss


Masih tentang siswa yang ABK nih.

Tadi siang saya mendapat 'teguran' (yang bisa diartikan 'kepedulian') dari kepala sekolah karena beliau menganggap saya terlalu banyak membawa siswa ke psikolog untuk di test IQ. Terdapat kata-kata 'nanti habis siswanya bawa ke psikolog' dan 'di dapodik hanya bisa dua siswa yang didaftarkan.'

Sebenarnya sih...

Saya membawa siswa ke psikolog untuk dilakukan test kemampuan akademik untuk ya.. apalagi selain mengetahui kemampuan mereka. Utamanya bukan untuk kepentingan data di dapodik.

Awalnya begini...

Ketika pertama kali ditugaskan untuk menghandle kelas R, ya sebagai tanggung jawab, saya terima dengan senang hati,

Tapi.... R itu betul-betul sulit diatur ditambah prestasi akademik yang jauh tertinggal.

R pernah tidak naik kelas. Seharusnya R sudah kelas 4. Perkembangan fisiknya pun lebih pesat dibanding kawan-kawannya. Pikiran saya saat itu, agak berat juga kalau saya harus menahannya setahun lagi. Selain konsep diri yang bisa negatif (termasuk orang tuanya) juga perkembangan pasti mengikuti usia kronologisnya. Resiko cukup berat kalau R masih ditempatkan dengan mereka yang berbeda usia sampai 3 atau 4 tahun.

Tapi (lagi lagi 'tapi') saya gak mau mark up nilai nya hanya sekedar untuk meloloskan dia ke jenjang yang lebih tinggi namun tidak ada hal yang bisa R dapatkan dari sekolah. Dari sisi prestasi akademik, R jauh tertinggal. dari sikap, juga jauh tertinggal. Tapi kehadiran dia tidak pernah bolos. Salut lah.

Saat itu saya berpikir, satu-satunya jalan adalah mendapatkan 'kartu pass' untuk R agar bisa naik kelas terus tanpa halangan regardless sikap dan nilai yang kurang (maaf, bukan berarti kami tidak mencoba mengubah kondisinya lebih baik, hanya saja sudah terlihat jelas bahwa butuh waktu dan tenaga ekstra untuk merubahnya agar bisa mengejar ketertinggalan, pada saat yang sama, ya.. itu tadi, R tetap berkembang). 


Saat itulah pencarian informasi untuk mendapatkan test kemampuan akademik dimulai dan alhamdulillah didapatkan. 

Dari hasil test didapatkan bahwa perkembangannya sama seperti usia 6 tahun (saat itu R sudah 10 tahun) artinya dia belum sepenuhnya bisa menggunakan logika dan konsep abstrak, termasuk konsep benar salah dengan baik. Kosakatanya banyak hanya saja bila diajak bicara hal yang butuh pemahaman, dia stuck.

Pusing handle nya? BANGET!

Setelah dipikir matang dan cari info sana sini termasuk biaya dan akomodasi kesana, cukup banyak menyita waktu, tenaga, dan uang. Saya kalkulasi. Mayan sih. Maju mundur juga. Akhirnya saya bulatkan tekad. Pertimbangan yang ada di kepala saya saat itu adalah:

"Saya lebih memilih keluar waktu sekian minggu, tenaga, dan uang ekstra untuk membawa R test, DARIPADA saya mengeluarkan waktu sepanjang tahun untuk mengajari dia konsep yang dia akan sangat sulit pahami."


Pendeknya: saya lebih rela mengeluarkan waktu sekian minggu dan sekian Rupiah tapi ada hasil yang real, daripada menghabiskan sepanjang tahun dibuat pusing oleh tingkahnya yang ajaib tanpa hasil.

Pendeknya lagi: saya gak mau dibikin frustasi sepanjang tahun ajaran oleh 'keajaiban' R! 

Setelah mengetahui hasil tentang R yang perkembangannya seperti usia 6 tahun, sejak saat itu saya hanya memberinya latihan-latihan untuk anak kelas 1 SD. R tidak selalu bisa menjawab semua dengan benar. Namun dia bisa menjawab benar sekitar 70%. Not bad lah.... Beberapa kali saya tangkap raut bangga diwajahnya ketika bisa menyelesaikan tugas yang diberikan.

Kembali lagi ke soal teguran.

Sebenarnya telah saya jelaskan tadi kepada kepsek bahwa saya mengetahui di dapodik kuotanya hanya 2. Tapi sekali lagi saya tekankan, para siswa yang saya minta untuk test akademik utamanya bukan untuk data dapodik. Ini untuk acuan saya, atau kolega saya sesama guru yang nantinya akan menghandle mereka. Saat kita tahu kemampuan mereka, kita insha Allah akan lebih mudah menerima kondisi mereka yang memang berbeda kemampuan akademisnya dibanding siswa-siswa yang lain. Namun bukan berarti materi pengajaran akan dibedakan. Hanya pendekatan, metode, maupun sifat evaluasi yang bisa lebih fleksibel. 


Maaf, saya bukan bermaksud untuk menggurui, karena jujur pengalaman saya mengajar SD baru 3 tahun ini, sebelumnya saya preferred mengajar orang dewasa (karena dulu saya berpikir ribet banget dealing with kids, but then i found out that i was wrong).

Seperti yang saya katakan tadi, "menghindari frustasi."

Kalau mau jujur, pasti banyak juga personnels yang dealing di education sector bingung dalam menghadapi siswa yang sulit menangkap pelajaran walaupun sudah bolak balik dijelaskan dengan cara yang berbeda.

Beberapa bisa stay cool, keep trying and smiling.

Beberapa frustasi, yang bisa mengakibatkan keluaranya ucapan spontan yang tidak seharusnya ditujukan kepada para siswa yang mempunyai kemampuan akademik di borderline. Percayalah... mereka pasti merekam kata-kata negatif itu di hati mereka dan kata-kata itu tidak akan bisa boosting kemampuan akademis mereka. 

Kalau mereka bisa memilih, mereka akan memilih dalam kondisi, yah minimal, average lahhh, dan bukan below average. Ketika mereka down dan terluka oleh ujaran negative (walaupun spontan), percayalah, metode secanggih apapun ataupun berapa ratus jam dihabiskan untuk membahas materi yang sama, akan sia-sia.

Pemeriksaan yang dilakukan, bukan bermaksud untuk short cut lalu sekedar 'kartu pass'.

'Kartu pass' yang sejak tadi saya maksud disini adalah kartu yang memungkinkan mereka menerima input sesuai kemampuan mereka. 

'Kartu pass' yang bisa membuat kita bisa menerima keragaman mereka. 

'Kartu pass' yang bisa membantu kita untuk berpikir "prestasi akademisnya memang tidak terlalu mencolok, TAPI... dia mempunyai senyum yang indah" atau "dia sangat sopan pada para guru" atau hal lain yang kadang dianggap tidak akan memberi kontribusi dalam kesuksesan di masa depan mereka kelak selain prestasi akademik.

Hal lain yang menjadi concern kepala sekolah, dan saya memahaminya, adalah .... jangan sampai hasilnya sia-sia dan respon dari orang tua hanya "anaknya memang seperti itu, mau diapain lagi."

Ada memang para orang tua yang seperti itu. Menganggap bahwa sikap, pengetahuan didapat dari lahir, bukan usaha dari lingkungan dan pengalaman. 

Kepala Sekolah concern, jangan sampai buang waktu, kita menumpahkan waktu dan tenaga namun kontribusi dari ortu untuk perkembangan anaknya nyaris nihil.

Sedikit penjelasan.
Dalam rentang Oktober 2019 - January 2020, 6 siswa telah dilakukan test akademis. 2 siswa sudah diketahui dengan pasti hasilnya. 2 sudah diberi gambaran secara umum. 2 sisanya belum ada hasil. Insha Allah minggu depan. 

Orang tua dari semua siswa tersebut sangat kooperatif dan mengakui kondisi anaknya dengan lapang dada (bahkan pada saat pertama kali kami membahas tentang anak-anak mereka) dan mereka bersedia dilakukan test. 

Saya tidak akan maju bila orang tua enggan kooperatif. 

Flash back kembali.

Ketika saya menghandle kelas R, ada seorang siswa baru, sebut saja D, yang dari performance-nya sudah terlihat bahwa dia 'spesial.' Pendekatan dilakukan dan dijelaskan sedemikian mungkin pada orang tua D, namun masih ada penolakan dari orang tua. Selanjutnya saya lakukan kembali 2x penjelasan dan pendekatan. Namun masih ditolak. 

Saya mundur.

Intinya: Saya peduli dengan para siswa, namun bila terhalang oleh sikap yang kurang atau tidak kooperatif dari orang tua, saya pasti mundur. I don't wanna waste my time. Thank you, but No, thank you!   

Teringat salah satu postingan dari orang tua siswa sebuah SMA yang meng-capture status wali kelas anak mereka. Saya tidak ingat keseluruhan pesannya. Kurang lebih yang saya ingat:

"Sebentar lagi akan ada penerimaan rapot. Tidak perlu khawatir dengan nilai Matematika atau IPA anak ibu yang kurang karena bisa jadi anak ibu adalah calon atlit yang tidak membutuhkan nilai Matematika 100 atau calon seniman yang tidak perlu mengetahui rumus Fisika..."

Kita semua adalah makhuk yang unik.
Kita diciptakan dengan kekurangan dan kelebihan.
Kita diajarkan untuk mencintai kekurangan kita dan mencari kelebihan yang ada pada diri kita.
Mungkin sikap yang sama bisa kita lakukan terhadap orang lain.

Tanpa judging.


P.S: 
R memutuskan untuk berhenti sekolah nyaris 6 bulan yang lalu. Tidak ada yang bisa saya lakukan selain berdoa semoga Allah selalu memprotectnya. 
R seorang anak yang spesial, lahir dari orang tua yang kurang harmonis dan financially unstable.
Dibalik semua hal dan cap negative yang dialamatkan kepadanya, dia adalah anak yang kuat.
Seandainya R bisa memilih, R pasti akan memilih dilahirkan dalam kondisi lebih baik.
Take care R ...     





 

             



PPKn 3.1: Memahami makna symbol sila-sila Pancasila dalam lambang Negara Garuda Pancasila” di kehidupan sehari – hari

1.        Sholat merupakan salah satu rukun Islam. Sikap yang harus dijaga saat sholat adalah ….
A. Bercanda saat sholat                                                   C. Serius dan berkonsentrasi
B. Tidak membaca bacaan sholat dengan baik               D. Melamun saat sholat

2.        Menjenguk orang sakit adalah hal yang baik. Sikap yang kurang baik saat menjenguk orang sakit adalah ….
A. Berteriak dan tertawa keras                                       C. Mendoakan yang sakit
B. Membawakan makanan                                              D. Memberikan bantuan finansial

3.        Persatuan harus dijaga dalam masyarakat. Salah satu sikap yang menunjukkan sikap yang menjaga persatuan adalah ….
A. Hanya mau berteman dengan sesama suku               C. Bersikap cuek dengan tetangga
B. Ikut kerja bakti dalam masyarakat                             D. Selalu bersikap dan berkata baik

4.        Tujuan diadakan musyawarah adalah untuk ….
A. Mencapai kata mufakat                                              C. Mengisi waktu
B. Berselisih sesama teman                                            D. Mendapat nilai yang baik

5.        Salah satu sikap yang menunjukkan kesederhanaan adalah ….
A. Membuang – buang makanan                                                C. Boros dalam menggunakan buku tulis
Image result for fallen kid cartoonB. Membeli barang yang tidak dibutuhkan                     D. Gemar bersedekah dan menabung          
6.                                     Perhatikan gambar! Sikap yang seharusnya kamu tunjukkan saat melihat
kejadian tersebut adalah ….


7.        Sebutkan salah satu kegiatan dalam kerja bakti!


8.        Pernahkan kamu menolong kawanmu? Ceritakan pengalamanmu!


Bahasa Indonesia 3.1: Menggali informasi tentang perubahan wujud benda
9.        Di sekeliling kita banyak benda dengan wujud yang berbeda. Salah satu contoh wujud benda gas adalah ….
A. Asap                 B. Meja                       C. Kecap                      D. Uang

10.    Bola merupakan contoh benda padat. Sifat benda padat salah satunya adalah ….
A. Menekan ke segala arah                                             C. Tidak dapat digenggam
B. Berbentuk padat                                                          D. Berubah bentuk sesuai wadahnya

11.    Gas ada di sekeliling kita. Salah satu sifat benda gas adalah ….
A. Dapat digenggam                                                        C. Berubah bentuk bisa dibakar
B. Mengisi ruang                                                             D. Berbentuk padat

Image result for waterfall cartoon
12.                                             Perhatikan gambar! Hal itu menunjukkan salah satu sifat benda cair
yaitu ….
A. Dapat digenggam               C. Meresap melalu lubang kapiler
B. Mudah dipindahkan            D. Mengalir ke tempat lebih rendah

13.    Benda yang bentuknya tetap meskipun wadahnya berubah adalah ….
A. Minyak                         B. Botol                       C. Angin                       D. Cat
 
14.    Udara tidak dapat dilihat namun dapat …
A. Dibaca                          B. Dimainkan              C. Diwarnai                 D. Dirasakan

15.    Tabung yang berisi gas lebih berat daripada tabung yang kosong. Hal ini membutikan bahwa …
A. Gas memiliki massa                                                    C. Bentuk gas mengikuti wadah
B. Tabung itu berat                                                          D. Gas mempunyai wadah

16.    Ibu baru saja membeli minyak goreng dalam botol, lalu ibu menuang minyak tersebut ke dalam wajan. Bentuk minyak goreng tersebut sekarang adalah …

17.    Sebutkan 3 contoh benda padat!

18.    sebutkan 3 sifat benda padat!


 
19.                                 Perhatikan gambar! Jelaskan tentang percobaan tersebut!



Matematika 3.7: Mendeskripsikan dan menentukan hubungan antarsatuan baku
20.    3 KM = …. M
A. 30                                 B. 300                          C. 3.000                       D. 30.000

21.    25 M + 17 DM = …. CM
A. 2660                             B. 2670                        C. 2680                        D. 2690

22.    Image result for timbangan telur manual                             Perhatikan gambar! Alat tersebut digunakan untuk mengukur ….
A. Tinggi                                  C. Besar
B. Rasa                                    D. Berat

23.    Jarak rumah Amel ke sekolah adalah 4.000 meter. Berapakah jarak tersebut dalam kilometer?
A. 4                                   B. 5                              C. 6                              D. 6
24.    Udin senang berlari. Udin akan berlari sepanjang 2.000 meter hari ini. Udin sudah berlari sepanjang 1450 meter. Berapa meter lagikah jarak yang perlu ditempuh Udin?
A. 350 m                           B. 450 m                      C. 550 m                      D. 650 m

25.    1759 mm = ……. dm

26.    200 cm + 3.000 mm = ……… m

27.    277 dam = ……. Km

28.    Lani berangkat ke Bogor dari Jakarta naik mobil. Jarak antara Jakarta ke Bogor adalah 60 KM. Mobil sudah menempuh jarak 45.000 M. Berapa Meter sisa jarak yang harus ditempuh Lani?


29.     Ayla memiliki pita sepanjang 5 m. Pita tersebut akan digunakan membuat boneka sepanjang 300 cm. Berapa cm kah sisa panjang pita Ayla?


SBDP 3.2: Megetahui bentuk dan variasi pola irama dalam lagu
30.    Tempo lagu Desaku yang Kucinta adalah ….
A. Adente                         B. Moderato                            C. Presto                      D. Adagio

31.    Lagu Gelang Sipaku Gelang berasal dari daerah ….
A. Sumatera Barat           B. Sulawesi Barat                    C. Jawa Barat              D. Kalimantan

32.    Image result for marakas                             Alat music tersebut dinamakan ….
                             A. Gendang                                         C. Marakas
                             B. Seruling                                           D. Angklung

33.    Gerak tubuh saat menirukan gerakan angin putting beliung adalah ….

34.    Menari harus dengan gerakan yang ….

35.    Jelaskan cara gerakan angin ribut!








Image result for hadist tentang belajar
 








Lanjut tentang M.

Sunatullah, tiap kita mempunyai karakter dan kepribadian yang berbeda yang merupakan hasil interaksi diri, pengalaman hidup dan lingkungan sekitar. Kadang kita bertemu dengan seorang dengan karakter yang terbuka, sangat terbuka, atau sebaliknya, tertutup bahkan sangat tertutup.

M, menurut pengamatan, mempunyai karakter yang tertutup. Dia cenderung menyembunyikan perasaannya namun apa yang dia rasakan, terlihat jelas pada raut wajahnya. Mudah dikatakan kapan M merasa nyaman atau tidak nyaman. Sayangnya, jarang didapati M terlihat nyaman. Tiap kali ditanyakan langsung, M hanya merengut dan menjawab dengan satu atau dua kata dan dengan gesture yang menyatakan keengganan dan tidak nyaman.

Melakukan pendekatan bukan hal yang mudah.

Teringat ketika masih menjadi mahasiswa keperawatan dulu, kami belajar tentang psikologi (hanya di surface, of course) yang nantinya bisa digunakan untuk bekal kami praktek di rumah sakit jiwa (maaf, ini hanya keterangan pendukung, gak ada hubungannya dengan M).

Dalam teori itu diajarkan bahwa untuk mendapatkan informasi dari orang lain, kita perlu membuat target percaya kepada kita. Langkah yang pertama dilakukan (seingat saya yah) adalah kontak. Gak harus kontak fisik seperti salaman atau cipika cipiki, namun bisa sebatas 'setor muka' untuk membuat sang target familiar terhadap kita dan menganggap kita bukan orang asing lagi. Setelah itu bisa dilakukan pendekatan step by step. 

Teori ini dulu kami lakukan. Bisa dikatakan, it worked! Kami bisa menggali infomasi dari pasien yang kami tangani. 

Hal yang sama coba saya terapkan pada M.
Kalau soal familiarity, M pasti sudah familiar dengan penampakan saya (well, sekolah kami gak terlalu besar, jadi warga sekolah bisa dipastikan tahu satu sama lain walaupun hanya sebatas wajah yang dikenal). 

Minggu pertama, nyaris sebagian besar adalah masuknya komplain tentang prilaku M terhadap kawan-kawannya. Saat ortu dilibatkan, akan terjadi tik tok (bahasa saya). Maksudnya adalah tiap ortu secara spontan atau tidak, cenderung defensive terhadap anaknya. Itu hal yang normal. It didn't help solving the problem. At all!

Tapi ya sudahlah, alhamdulillah sejauh ini masih bisa dikontrol. 

Hasil pendekatan terhadap M butuh waktu nyaris dua bulan, seingat saya. Cukup lama. Memang ada kemajuan dalam membaca, walaupun sedikit, namun prioritas saya yang terbesar bukan itu.

Prioritas saya adalah membuat M nyaman dan terbuka terhadap apa yang dirasakan karena yang saya hadapi adalah seorang anak laki-laki yang, menurut saya, bermental kuat namun dengan banyak hal buruk yang dialaminya, kekhawatiran saya adalah, suatu hari anak ini akan break down disebabkan karena tidak adanya rasa percaya pada orang dewasa (di luar ibu kandung) yang bisa dijadikan pijakan saat dia butuh support. I am not his mom, I am not trying to be his mom. He is one of my pupils whom I know that he burdens something that he is not supposed to do in his young age. No matter how strong someone is, still we need a shoulder to cry on.

Sang ibu menceritakan bahwa M belum pernah mengatakan keinginan dia, entah meminta mainan atau hal lain. Later on saya dapatkan dari hasil test M, M memiliki kecemasan tersediri tentang kondisi ibunya yang merupakan single mom dan M merasakan besarnya beban dari ibunya. M menganggap bahwa permintaannya akan menambah beban ibunya.

Bulan kedua, setelah pelajaran tambahan siang, M datang kepada saya dan mengatakan, "bu, aku bagi duit dua ribu dong. Aku haus." Ringan. Tanpa beban.

Sejenak saya melongo. WOW!

Saya tersenyum lebar. 

"Memang harga minuman berapa?" tanya saya kemudian.

"Dua ribu," jawabnya.

"Ini. Berdua dengan kawan kamu." Saya menyerahkan selembar 5000-an. 

Ketika M dan kawannya keluar mencari minum, saya rewind di kepala saya kejadian tersebut. Ada rasa haru disana dan dorongan untuk berteriak senang.

Dia.
Mengutarakan.
Perasaan.
dan 
Keinginannya!

It made my day. Saya gak ingat tepatnya itu kapan. Tapi yang pasti, either Monday or Wednesday on December 2019 (karena di hari itu M dan 2 kawannya diberi les tambahan).

Saat itu saya yakinkan diri saya bahwa saya pasti dan akan menceritakan itu kepada psikolognya nanti bahwa M sudah mulai membuka diri dan tore down his invisible wall.

Since that day, he seems to enjoy his days compared with the old days.

Saat itu entah sudah berapa kali sesi M dengan psikolog nya, namun bisa saya katakan bahwa bantuan dari mereka memberi pengaruh positif yang banyak dari M dan memberi kelegaan tersendiri bagi diri saya.

Jalan masih panjang yang harus M dan kawan-kawannya hadapi. Saya hanya berharap mereka tumbuh seperti selayaknya tanpa drama dari orang-orang dewasa yang seharusnya menjadi support system mereka. 

Saat saya menulis ini, M sudah mendapatkan sosok ayah baru yang tampaknya sayang terhadap M dan adiknya. Semoga semua perubahan yang ada bisa membuat M menjadi sosok yang kuat namun tetap menyadari bahwa it's okay to cry or saying what you feel in your heart without being afraid of burdening people who cares about you.

I do care about you, little strong boy!

Keep your head up and fly high :)