twitter
rss

 

Pelatihan HOTS diadakan oleh Pusat Pelatihan dan Pengembangan Pendidikan (P4) Kota Administrasi Jakarta Selatan bagi Pendidik Sekolah Dasar selama lima hari, dimulai dari tanggal 21 – 25 Juli 2025, pukul 08.00-16.00, dan bertempat di P4 Jakarta Selatan (Pondok Labu).

Peserta datang dari wilayah Jakarta Selatan 1 dan 2. Jumlah seluruh peserta dari Jakarta Selatan 1 yang terdaftar adalah 44 peserta dan dari Jakarta Selatan 2 sebanyak 16 peserta.

Hari pertama, Senin 21 Juli dimulai dengan acara pembukaan yang diawali oleh moderator yang memperkenalkan diri sendiri, perkenalan para nara sumber, berdoa bersama, menyanyikan lagu Indonesia Raya, mengerjakan pre-test, dan ditutup dengan pembagian kelas. Saya berada di kelas B. 

Dua hari sebelum acara, saya mendapat WA dari kawan saya sejak SD dan SMP yang sekarang mengajar di sekolah di wilayah yang sama, bahkan berdekatan. Dia menanyakan apakah saya ikut pelatihan HOTS. Saya jawab, "ikut." Dia mengajak saya untuk berangkat bersama. Saya tidak keberatan dan kami membuat rencana tempat dan waktu ketemu. Kebetulan pada Senin pagi saya mampir dulu ke sekolah untuk mengantar rencana pembelajaran untuk anak-anak yang sementara dihandle oleh guru pengganti dan sekaligus mengkonfirmasi ulang mengenai pelatihan ini dari Ibu Kepala Sekolah.

Informasi yang saya dapat di grup WA HOTS, nama saya tidak terdaftar, begitupun juga nama kawan saya tersebut. Belakangan saya cek, ternyata data yang kami lihat adalah nama-nama kawan dari wilayah Jakarta Selatan 1. Pantas saja nama kami tidak ada. Tapi in case nama saya tidak ada ketika saya daftar di tempat, saya sudak ready aja kalau disuruh pulang.

Anyways, acara pembukaan berjalan dengan lancar. Lalu kami dipecah menjadi dua kelas. Alhamdulillah saya satu kelas dengan kawan saya tersebut. Jujur saja, hal yang saya khawatirkan ketika ada rapat atau pelatihan offline adalah bertemu dengan orang-orang yang saya tidak kenal. Alhamdulillah kawan saya ini orang yang ekstrovert jadi dengan berada didekatnya saya jadi ikut tahu si A dan si B.

Kelas kami dileading oleh seorang wanita hebat, bertitel doktor walau usianya masih muda, bahkan penampilannya jauh lebih muda, namanya Ibu Dewi Setiawati. Ibu Dewi dengan senyum alaminya yang selalu terpasang dan suara yang tegas berwibawa membuat penjelasan cukup mudah dipahami.

Kegiatan dimulai dengan ice breaking. Akhir dari ice breaking itu ternyata membentuk kelompok kami. Ada empat kelompok yang terbentuk. Sekali lagi, alhamdulillah, saya satu kelompok dengan kawan lama saya. Dua kawan lain adalah guru dari Lenteng Agung dan Lebak Bulus. Kedua kawan kami tersebut adalah senior kami yang sebentar lagi akan purnatugas namun mashaallah semangatnya jauh di atas kami.

Pagi hari saat dalam perjalanan menuju tempat tersebut, saya dan Erna, kawan saya tersebut, membicarakan mengenai jarak dan kondisi lalu lintas yang membuat pinggang kami pegal. Namun setelah sedikit berkenalan dengan dua senior kami tersebut, ternyata tempat tinggal mereka lebih jauh lagi. Satu orang tinggal di Cibinong, satu lagi di daerah Depok. Sambil bercanda, saya katakan ke Erna, "jangan ngeluh. Ada yang lebih jauh." "Sama, kau juga mengeluh," balasnya. Kami tertawa. Hampir lupa. Sebenarnya kelompok kami ada 5 orang, 4 perempuan, 1 laki-laki. Usianya terlihat awal 30an. Namun orang ini hanya masuk pada hari Senin dan Selasa, hari sisanya tidak hadir karena bentrok dengan PPG.

Penjelasan hari pertama adalah mengenai aplikasi AI atau kecerdasarn buatan yang bisa digunakan untuk membantu dalam proses belajar dan membuat pertanyaan terntang HOTS. Tugas hari itu adalah membuat logo kelompok menggunakan AI disertai nama dan moto kelompok. Saya meminta masukan kepada AI mengenai nama kelompok yang cool, less serious, tapi punya makna mendalam. Dari sekian banyak nama yang ditawarkan, saya tertarik dengan nama Zona Nyaman, tapi ditolak oleh yang lain haha. Kenapa saya suka nama itu? Saya tidak tahu. Mengapa mereka menolak nama itu, saya pun tidak tahu. Akhirnya salah satu senior mengusulkan nama Terang Benderang. Aneh menurut saya namanya, tapi mendengar senior saya menjelaskan filosofinya, okelah bungkus saja. Buat apa berdebat masalah trivial, ya kan?

Logo kelompok kami:


Presentasi yang kami buat (lebih ke Erna sih yang buat, dan ketua kelompok, satu-satunya guru laki-laki di kelompok kami):

 


 

 


 


 

 


Salah satu informasi yang dimasukkan saat presentasi adalah nama aplikasi apa saja yang digunakan untuk membuat logo tersebut. Kami menggunakan Gemini, Sonu, Canva, Generator AI, dan Capcut. Bila ada pertanyaan mengenai aplikasi tersebut, bisa ditanyakan langsung ke ketua kelompok kami dan Erna. Me? No clue.

 

Hari kedua, Selasa 22 Juli 2025.

Hari kedua dimulai dengan senam Anak Indonesia Hebat. A little bit information, Ibu Dewi ini awalnya guru olahraga dan pernah menjadi atlet panjat tebing pada tahun 1994, kalau saya tidak salah ingat. No wonder posturnya terlihat bugar.

Setelahnya Ibu Dewi menjelaskan macam-macam hal mengenai HOTS lalu memberikan masing-masing kelompok sebuah kasus untuk didiskusikan. Sedikit bocoran mengenai penjelasan dari Ibu Dewi ada ada gambar-gambar berikut:



 

 







 Berikut hasil diskusi kelompok kami (bahan presentasi dibuat oleh Erna karena, honestly, Erna yang paling kompeten untuk IT di kelompok kami). Ibu Atika dan Ibu Titi membantu membuat presentasi lebih ceria dengan ice breakingnya.

 

      













Rabu dan Kamis kami melaksanakan diskusi kelompok lalu kembali dipresentasikan dan hasil kerja diunggah ke google drive yang link-nya sudah dishare melalui grup kelompok.

Hari terakhir, hari Jumat hari terakhir. Yey! Cukup lega karena sudah hampir selesai kegiatannya. Bukan apa-apa, perjalanan ke sana cukup melelahkan dan pikiran kami pun terbagi antara menyelesaikan pelatihan dan tugas-tugasnya juga pikiran tentang siswa-siswa kami di sekolah. Konsentrasi saya juga terdistraksi oleh insiden di sekolah yang melibatkan anak itu lagi. Tapi ya sudahlah, qadarullah. Semua ada hikmahnya.

Hari Jumat diawali dengan senam pagi bersama seluruh peserta pelatihan. Seru. Tapi ada kejadian tak terduga. Saya memakai sepatu kets untuk pertama kalinya dalam 9 tahun. Qadarullah sol sepatunya hampir copot di tengah jalan. Untungnya saya membawa sandal untuk wudhu, jadilah saya senam menggunakan sendal tersebut.

Peer-teaching dilakukan oleh Ibu Titi karena beliau menguasai materi IPAS. Erna mengerjakan bahan-bahan presentasi, Ibu Atika ikut membantu, saya bagian print materi di rumah dan potong-potong video, yang sebenarnya tidak ada pengaruhnya apa-apa terhadap keseluruhan presentasi. Ini saya lakukan supaya terlihat sibuk aja sih LOL.

Hari terakhir ditutup dengan post-test, namun sebelumnya pada saat istirahat kami makan bakso bersama dengan Ibu Dewi. Setelah post-test kami foto bersama dan berpamitan.

 

 














 

 


Sekian. 

Terima kasih.

27 Juli 2025. 











Wednesday is a Library Day for the second grader. Pagi setelah berdoa dan menyanyikan lagu nasional Ibu Kita Kartini, seluruh siswa kelas dua mengunjungi perpustakaan untuk membaca dan menumbuhkan rasa cinta terhadap buku. 


Setelah kunjungan perpustakaan, pelajaran pertama adalah matematika. Materi yang dipelajari adalah mengenai bangun ruang segitigaa siku-siku, melanjutkan materi dari pertemuan sebelumnya.

Para siswa melihat video mengenai beberapa macam segitiga lalu dijelaskan tentang segitiga siku-siku dengan mengambil contoh gambar siku besi yang biasanya digunakan sebagai penopang rak buku sederhana di rumah-rumah. Beberapa siswa mengatakan mempunyai siku tersebut di rumah. Selanjutnya para siswa menggambar segitiga, persegi, persegi panjang pada buku cetak masing-masing pada halaman yang memuat titik-titik untuk mempermudah menggambar.
Q dan Z mengerjakan soal latihan lebih besar dan lebih kecil dengan membuat analogi bahwa mulut buaya akan terbuka lebar ke arah nilai yang lebih besar.

Pelajaran kedua adalah Bahasa Indonesia, mengulang mengenai pribahasa besar pasak dari pada tiang, ada udang di balik batu, berat sama dipikul ringan sama dijinjing. Para siswa membuat cerita mengenai situasi yang menggambarkan pribahasa tersebut. 

Sebelum pulang, para siswa membawa pulang hasil kerja yang telah dilakukan sejak Januari,  termasuk hasil penilaian harian, worksheet yang telah dikerjakan, dan latihan di rumah yang perlu dikerjakan selama libur awal puasa.

Itu saja yes.
Selamat puasa.
Adios.